Senin, 31 Juli 2023

16. Menulis Buku Cerita Digital


 Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI 29

Narasumber : Nur Dwi Yanti,M.Pd

Moderator : Reliyanti

Hari/Tanggal : Senin/31 Juli 2023

Mohon maaf, saya masukkan seperti ini saja dahulu, besok akan saya rapikan dan ketik sendiri.😊

Ni mata sdah 5 WattπŸ˜‚

























https://s.id/Buku_Digi






Di penghujung Juli

 

Akankah sia-sia, tentu saja tidak.

Di sini aku belajar,

Belajar melangkah dari titik terendah.

Kurangkai kata demi kata, 

ku arungi samudra aksara


Sebelum terlambat, dan jangan sampai terlambat.

Mengisi kemerdekaan dengan pengabdian diri seutuhnya untuk mu negeri


Cinta tanah air, dan bangga akan kelahiran di bumi Pertiwi Indonesia.


Pelepasan siswa paskibra ke asrama penginapan untuk pendidikan dan pelatihan pengibaran bendera 17 Agustus 2023






Bersama mereka saya bahagia, bisa memberi sesuka hati.. dan dari mereka saya belajar, belajar menjadi dewasa menghadapi mereka yang kata mereka mereka itu telah dewasa😊




Aktifitas selanjutnya mendengarkan keluh kesah pedagang kantin. Karena dagangan mereka belum habis, padahal sudah jam 12 siang, haraf maklum Bu pak, karena hari ini Tatu alias tanggal tua. . 31 emang benar-benar tua..


Mendengarkan bapak ini karena sedang tidak baik-baik saja, beliau ketawa terhadap ke lupaannya 😊, sehat dan tetap semangat pak op.


Alhamdulillah hari yang adem ayem, sampai tak terasa keluar dari sekolah sudah jam 16.00wib



Di malam hari, masih da jadwal belajar yaitu mengikuti pertemuan ke 16 Kelas terlove love, KBMN PGRI GELOMBANG 29 πŸ’



Minggu, 30 Juli 2023

Beginilah kira-kira sudut pandang

 apa

siapa

bagaimana

mengapa



Beginilah kira-kira sudut pandang

Pertanyaan Orang Terhadapku

Apa yang kau lakukan?

Apa manfaatnya bagimu?

Apa jabatanmu?

Apa tujuanmu?

Siapa kau?

Bagaimana caramu?

Mengapa kau lakukan ini dan itu?


Pertanyaanku Terhadap Diriku

Apa yang aku lakukan?

Apa manfaatnya untuk ku?

Apa jabatanku?

Apa tujuanku?

Siapa aku?

Bagaimana caraku?

Menapa aku melakukan ini dan itu?


Hadapi dengan senyum πŸ˜‰

Jumat, 28 Juli 2023

15. Menyusun Buku Secara Sistematis


 KBMN PGRI GELOMBANG 29

Materi : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

Narasumber : Yulius Roma Patandean, S.Pd.

Moderator : Purbaniasita Kusumaning Sedyo, S. PD

Hari/Tanggal : Jumat/ 28 Juli 2023

Waktu: 19.00wib. s/d Selesai


Jauh menyebrang kepulau senamat

Sampai di pulau mengambil markisa

Keluh dihalau biar semangat

biar dirasa tiada resa dan gelisa


Malam ini dapat sapaan pertama dari Omjay

"Bagaimana sebuah buku itu nyaman dibaca? 


Kadang membacanya seolah kita melahap sajian yang membangkitkan selera. 


Bahasanya, kajian, dan materinya runtut dan sistematis. 


Apakah ada triknya menyusun buku seperti itu? 


Ooh tentu ada. 

Mau tahuuu...

Hmmm masuk kelas dulu doong. 

Malam ini .. Dont forgetπŸ’ͺ🏻"


dilanjutkan oleh mbak moderator

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Salam sejahtera

Om Swastiastu

Nammo budhaya

Salam Kebajikan 


Malam ini, kembali saya Purbaniasita (Sita) akan menemani sahabat Nusantara di kelas Menulis tanpa sekat dan batas. 


Semoga semangat tetap menyala untuk terus berkaryaπŸ’ͺ🏻"


Sebelum memulai kegiatan alangkah baiknya apabila kita berdoa dan memohon pada Allah supaya memberikan kemudahan dan kelancaran untuk kuliah malam ini. Berdoa dipersilahkan


Seperti biasa, kuliah malam ini dibagi menjadi 4 sesi:

1. Pembukaan

2. Pemaparan materi 

3. Tanya Jawab 

4. Penutup 

Pada malam hari ini materi kita adalah Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis. Cocok sekali dengan tugas terakhir supaya kita bisa lulus dalam kelas belajar menulis ini ya bapak ibu 😊


Apakah bapak ibu penasaran bagaimana triknya menyusun buku? 


Bagaimana supaya buku kita nyaman dibaca?


Langkah-langkah apa saja yang perlu di persiapkan supaya bisa menyusun buku secara sistematis?

Malam hari ini narasumber kita yang luar biasa berasal dari Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan. 


Beliau mempunyai banyak prestasi diantaranya adalah 

Pemenang ketiga lomba kreatifitas guru tingkat SMA  pada Porseni PGRI  prov. Sulawesi Selatan tahun 2017

Guru berprestasi jenjang SMA prov. Sulawesi Selatan tahun 2021 

Peraih 2 medali emas dan 3 medali perunggu Gurulympic tahun 2020 

Dan masih banyak prestasi lain yang beliau dapatkan. Supaya lebih jelas, berikut profil beliau

Profil Narasumber malam ini dapat di lihat di link ini

https://romadean.blogspot.com/2021/01/profil.html

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera. Selamat malam bagi kita semua para guru penulis hebat PGRI. Apa kabar? Besar harapan saya, kita semua dalam keadaan sehat.

 Kegiatan yang luar biasa telah digagas oleh pak doktor Omjay dalam rangka mengajak guru-guru anggota PGRI untuk mengembangkan bakat menulis melalui grup WhatsApp.

Perkenalkan, saya Yulius Roma Patandean. Alumni kegiatan ini di gelombang 9 tahun 2020 yang lalu. Untuk informasi selanjutnya tentang saya, bisa disimak lewat tautan ini: https://romadean.blogspot.com/2021/01/profil.html.

Sangat bahagia bergabung dan belajar bersama bapak/ibu semua untuk belajar menulis buku, secara khusus tentang topik Menyusun Buku Secara Sistematis

Saya yakin dan percaya bahwa teman-teman semua telah memiliki naskah tulisan calon buku. Naskah-naskah tersebut berupa materi-materi selama mengikuti kegiatan ini atau naskah buku berupa cerpen, puisi, biografi, non fiksi, dll yang teman-teman rencanakan sebagai buku solo/karya tunggal.

Nah, oleh karena naskah telah siap, tentunya naskah tersebut telah sering dibaca ulang untuk menentukan urutan bab, sub bab, judul, dll. Namun, tidak menutup kemungkinan, teman-teman menghadapi tantangan berupa sistematika tulisannya.

 Naskah buku yang tertata/tersusun dengan baik memudahkan penulis untuk menambahkan, mengurangi, dan merombak naskah jika dianggap tidak sesuai dengan tema yang diangkat.

Terdapat sejumlah aplikasi/software yang bisa digunakan untuk membuat naskah buku tersusun secara sistematis. Diantaranya menggunakan Mandeley dan Zotero.

 Akan tetapi, pada kegiatan malam ini, saya bagikan video sederhana cara menyusun naskah buku secara sistematis.

Saya menggunakan fitur-fitur Ms Word untuk menyusun naskah buku yang sistematis dan rapi. Teman-teman bisa langsung mempraktekkannya. Tanpa jaringan internet/offline.

 cara membuat daftar Isi,Kutipan, indeks dan Daftar Pustaka Otomatis

https://youtu.be/eePQwyHAcjw

atau

Cara membuat indexs pada tulisan berbentuk buku

https://youtu.be/jXPr59aWJSc

bisa juga melalui link ini      https://youtu.be/mS8bfNZT-rA


 Saya pun yakin bahwa teman-teman telah memiliki cara tersendiri dalam menyusun naskah buku secara sistematis. Namun, tak ada salahnya mencoba membuat simulasi dan percobaan menggunakan fasilitas yang telah tersedia di PC/laptop/notebook teman-teman.

Seringlah menengok naskah teman-teman, baca dan lakukan perubahan pada naskah jika dibutuhkan.


 Naskah buku  yang tersusun dengan baik tentunya memudahkan pula tim editor di percetakan untuk menerbitkan naskah buku teman-teman, walaupun sudah ada tim editor, ada baiknya teman-teman belajar pula menjadi editor naskah sendiri. Banyak hal yang bisa dipelajari.

Dari semua buku solo yang telah saya terbitkan, semuanya saya susun dan lakukan pengeditan menggunakan tata cara pada video yang telah saya bagikan.


Rasa percaya diri terhadap naskah juga akan lahir seiring dari seringnya teman-teman membaca naskah bukunya ketika melakukan penyusunan secara sistematis.


Setiap permulaan penulisan buku pasti ada tantangan. Namun, tantangan itulah yang membuat usaha menerbitkan buku semakin menarik dan bermakna.

Selamat mencoba dan selamat berproses dan menerbitkan bukunya.

 Dinginnya malam tak sedingin es

       Ingin terus bersama tapi tubuh lemes

       Grup KBMN senantiasa merekah

       Terus berkarya catatkan sejarah

Demikian materi singkat dari saya, mohon maaf yang sebesar-besarnya tidak bisa bertahan lama karena kondisi fisik kurang bersahabat.

Semoga pak yulius roma cepat sembuh, dan bisa beraktifitas kembali.

Bu Helwiyah : Terima kasih Bu sita ...sudah membersamai para peserta malam ini .... πŸ‘

Walaupun dalam kondisi kurang sehat Pak Roma tetap menyediakan waktu untuk menyiapkan materi bagi kita semua ...

Terima kasih ya pak .. πŸ™



Kenangan Pak yulius Roma bersama ibu ketum PGRI di pembukaan Porseni PGRI




Baiklah bapak ibu, selesai sudah materi malam ini.
 Saya sebagai moderator, mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada sikap dan perkataan yang kurang berkenanπŸ™πŸ»
 Setelah chat grup dibuka di akhir acara malam ini, bapak/ibu bisa mengirimkan link blog resumenya di grup ini dan jangan lupa mengisi link di form berikut sebagai bukti sudah mengumpulkan tugas resume.

Mohon ijin undur diri, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh πŸ™πŸ»



Rabu, 26 Juli 2023

Hati yang di Takar


 Bismillahirrahmanirrahim

Ketika, sudah di cor

Hai kawan

Jangan kau batasi

Jangan terbebani

Jalani...

Jalani saja...

Ikuti alurnya

Minta ridho Nya

Jika kau sudah membatasi

Jika kau sudah terbebani

Semua yang kau lakukan

Akan terasa lama....

Terasa berat. .

Menyiksa

Bahkan menyakitkan.


Cobalah 

Cobalah kau besahabat dengan nurani

Nurani,

Nurani siapa?

Nurani mu sendiri...

Tanyakanlah

Apa?

Apa Yang membuat mu lelah

Apa Yang membuat kerjamu terasa lama

Apa Yang membuat kau merasa berat

Sehingga kau akan sakit sendiri.

Cobalah teman,

Kita bersahabat dengan hati,

Profesi bukan kebetulan mampir

Tapi sudah jalan takdir

Jangan dianggap beban

Anggap saja hobi

Sehingga

Apa yang engkau kerjakan

Akan terasa nyaman

Juga menyenangkan. 


Sajak di pagi hari, mumpung masih sepiπŸ˜€

14. Penulisan Buku Nonfiksi.


Narasumber : Musiin,M.Pd

Moderator : Lely Suryani, S.Pd.SD

Pengertian Buku Nonfiksi

 Buku Nonfiksi adalah buku yang ditulis berdasarkan FAKTA dan KENYATAAN. Isi dari buku nofiksi adalah INFORMASI, PENGETAHUAN atau WAWASAN.

Tujuan penulisan buku nonfiksi adalah menyajikan temuan baru atau penyempurnaan dari informasi yang sudah ada.

Ciri buku nonfiksi

1. Menggunakan bahasa formal.

2. Makna yang disampaikan adalah makna denotasi.

3. Ditulis berdasarkan fakta.

4. Tulisan berbentuk tulisan ilmiah popular.

5. Meghasilkan temuan baru dan menyempurnakan ide temuan lama.

6. Penulis memberikan analisis dan interpretasi intelektual dari data yang disajikan dalam tulisannya.


Jenis Buku Nonfiksi

Ada 2 jenis buku nonfiksi

1. Buku Nonfiksi Murni

2. Buku Nonfiksi Kreatif


  • Buku nonfiksi murni adalah buku yang berisi kumpulan data otentik yang dikembangkan menjadi sebuah buku. Data-data tersebut berasal dari teori, wawancara penulis, observasi, angket dan bukti lainnya.

Contoh buku nonfiksi murni biasanya kita temukan pada SKRIPSI, DISERTASI,  ARTIKEL, FEATURE,  dll

  • Buku Nonfiksi Kreatif adalah buku yang berisi data-data otentik yang kemudian dikembangkan dengan bumbu-bumbu kreatif dari pengarang.
Contoh buku nonfiksi kreatif adalah
1. Biografi
2. Autobiografi
3. Memoar
4. Buku Motivasi, pengembangan diri/psikologi
5. Buku panduan/manual
6. Buku pelajaran/buku teks/pendamping
7. Encyclopedia/kamus
8. Buku catatan perjalanan

Mudah bukan? Dan saya yakin semua Bapak Ibu telah memiliki buku nonfiksi di dalam diri. Contohnya?

Untuk saat ini yang lagi hit dan banyak dicari adalah cara merumuskan CP menjadi TP, ATP dan Modul Ajar.
Ini lagi trending topik di komunitas guru.

Ada 3 Pola Dalam penulisan buku nonfiksi  yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) 
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)

Pola yang Bu Iin pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster.

Proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan

Langkah Pertama
 Pratulis

1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka

Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Contoh tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku

Tema yang Bu Iin angkat di bukunya adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa,  mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020

Referensi buku yang saya tulis berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet.

Referensi terdiri dari :
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan

Tahap berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.

kerangka buku Tulisan Bu Iin.

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62

Nah setiap buku pasti mempunyai anatomi? Bagaimanakah anatomi buku nonfiksi?

Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis

Apakah anatomi ini penting? Jika Bapak Ibu ingin mendapatkan sertikat sebagai penulis, hal ini akan ditanyakan oleh asesor.

Langkah kedua
Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan
Di langkah kedua ini, Bapak Ibu silakan menulis menulis dan menulis. Bapak Ibu tidak perlu terlalu idealis harus sempurna.

Langkah ketiga
Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah.
Ketika langkah kedua terlewati, Bapak Ibu bisa memeriksa kembali tulisan mulai dari awal sampai akhir.

Langkah keempat 
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma
Di langkah keempat ini, Bapak Ibu bisa melibatkan orang lain untuk menyunting tulisan Bapak Ibu.

Hambatan-hambatan dalam menulis 
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis

Cara mengatasi
1. Banyak membaca
2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
3. Disiplin menulis setiap hari.

Kata-kata hari ini MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG AKAN TERJADI.

Semangat memasuki dunia tanpa batas yakni DUNIA MENULISπŸ‘

Salam Literasi✊


1.Dalam membuat atau menulis cerita Non fiksi adakah rambu-rambunya?.... 
2. Untuk halaman Judul supaya menarik pembaca adakah kiat khususnya bun?...


Jawab 1
Ini rambu-rambu untuk menulis buku nonfiksi.
1.     Menggunakan bahasa formal.
2. Makna yang disampaikan adalah makna denotasi.
3. Ditulis berdasarkan fakta.
4. Tulisan berbentuk tulisan ilmiah popular.
5. Meghasilkan temuan baru dan menyempurnakan ide temuan lama.
6. Penulis memberikan analisis dan interpretasi intelektual dari data yang disajikan dalam tulisannya.

Jawab 2.
Judul adalah pandangan pertama pertama pembaca. Judul yang kita berikan harus menarik dan mewakili isi bulu tersebut. Jangan karena supaya laku keras, judulnya menyesatnkan. Kita tetap harus berpedoman bahwa tulisan nonfiksi berdasarkan fakta dan kenyataan.
Untuk judul yang menarik silakan terlebih dahulu berselancar di internet untuk memberikan inspirasi judul buku yang menarik.

Senin, 24 Juli 2023

13. Malam Nan Indah Dengan Pantun


 Pertemuan ke :13

Narasumber : Miftahul Hadi, S.Pd

Moderator : Gina Dwi Septiani, S.Pd., M.Pd

Hari/Tanggal: Senin, 24 Juli 2023

Materi : Kaidah Pantun



Berperahu kehuluan

Singgah sebentar di pertigaan

Belajar boleh nambah pengetahuan

Biar tak salah tentang dugaan

Perkenalkan Saya Gina Dwi Septiani, Alumni Kelas Belajar Menulis Gelombang 27 dan Moderator malam ini.

Pukul 19.04 wib moderator memberikan garis besar pertemuan maya kami malam ini,

Seperti biasa pertemuan ini  kita akan bagi  dalam 4 sesi

1. Pembukaan

2. Paparan materi melalu chat WA grup

3. Tanya jawab

4. Penutup

Pofil Narasumber

Nama : Miftahul Hadi, S.Pd.
Unit Kerja : SD Negeri Raji 1 Demak
Jabatan : Guru Kelas
Surel : miftahulhadi83@guru.sd.belajar.id
Pengalaman :

1. NSBPB Kemendikbudristek Gelombang 3 

2. Guru Penggerak angkatan 5

3. Finalis Festival Pantun Pendidikan Negeri Serumpun (Kategori Guru) tingkat ASEAN

Organisasi

1. FPGL PGRI Kabupaten Demak (Sie Pengembangan Karir dan Profesi)

2.  Forum Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Demak (Sie Organisasi, SDM dan Kemitraan dengan Pihak Lain)

3. Relawan WIMP PMA

4. Relawan KBMN PGRI

Karya

1. Buku solo "Menjaga Tradisi di Masa Pandemi, Kumpulan Pantun dengan Berbagai Tema"

2. Buku solo "Menulis Pantun Itu Mudah, Kumpulan Pantun Siswa Kelas V SD Negeri Raji 1 Demak"

3. Buku antologi "Gurindam Kalbu ASEAN"

4. Buku antologi "Panduan Belajar Menulis Writing Is My Passion"

5. Buku antologi "Senandung Desember Berpantun" (Kurator)

6. Buku antologi "Pantunesia Karakter Bangsa" (Kurator)

7. Buku antologi "Merdeka Berpantun Cinta Budaya Negeri" (Kurator)

8. Buku antologi "Rona Ramadan, Antologi Pantun Bersuka Ria"

9. Buku antologi "Rinai Rindu Sang Guru, Kumpulan Puisi Patidusa"

10. Buku antologi "Belajar di Tengah Corona, Kisah Pembelajaran di Masa Pandemi"

11. Buku antologi "Thamrin Dahlan 70 Tahun"

12. Buku antologi "Cerpen anak realis warna warni kehidupan anak"

Motto Hidup : Berkarya, berdedikasi, menginspirasi.

Tibalah saatnya kami di pertemukan di maya dengan pak narasumber yang di jembatani oleh mbak moderator yang bersemangat dan hangat menemani peserta kelas belajar menulis nusantara gelombang 29 ini. , dengan berpantun  mbak Gina mempersilahkan pak narsum kami;

Pergi ke pasar membeli delima
Pulangnya mampir ke toko zaitun
Marilah kita sambut bersama-sama
Mas Miftah narasumber Kaidah Pantun

Setelah diizinkan masuk oleh mbak Gina, 
Pak Narsum masuk ke group juga langsung balas pantun dari mbak Gina

Biji selasih di pohon angsana,
Pokok Bidara berbuah kuini,
Terimakasih kepada Bu Gina,
Membuka acara malam ini.

Pak Miftah memulai kelas dengan lafadz basmalah

"Bismillahirrahmanirrahim"

Kemudian di tambah pantun

Mawar sekuntum kecillah dahan,
Daun salam tumbuh di kota,
Assalamualaikum saya ucapkan,
Sebagai salam pembuka kata.

dan dilanjutkan dengan ucapan salam pembuka

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"

Kemudian beliau memperkenalkan diri dengan pantun kembali

Banjir kanal jembatan patah,
Jatuh ke semak di pinggir kali,
Salam kenal saya mas Miftah,
Dari Demak berjuluk kota wali.

Kemudain dilanjutkan dengan ucapan terimakasih pak miftah

"Suatu kehormatan pada malam ini dapat berbagi dengan bapak ibu yang luar biasa dari penjuru Nusantara."

"Salam takzim kepada Founder kita Om Dr. Jay yang telah memberi kesempatan pada saya kembali bergabung di KBMN PGRI gelombang 29."

Pak Miftah juga merupakan alumni dari KBMN PGRI Gelombang 17, beliau juga hasil dari didikan dan mendapatkan arahan dari orang - orang hebat di dalam group ini

Kata beliau:"Berkat dukungan dari bunda Kanjeng, dan percikan semangat dari teh Aam, saya akhirnya menemukan potensi menulis di bidang pantun."

Berbicara soal pantun, pasti ingatan kita langsung tertuju pada saudara kita di pulau Sumatera yaitu suku bangsa Melayu.

Namun, perlu diingat apakah pantun yang kita buat sudah sesuai dengan Kaidah Pantun?


Namun sebenarnya pantun tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Suseno (2006)

  • Di Tapanuli, pantun dikenal dengan nama ende-ende.

 Contoh:

Molo mandurung ho dipabu,
Molo malungun ho diahu,
Tatap siru mondang bulan.
Tampul si mardulang-dulang,

Artinya:

Jika tuan mencari paku,
Petiklah daun sidulang-dulang,
Jika tuan rindukan daku,
Pandanglah sang bulan purnama.
  • Di Sunda, pantun dikenal dengan nama paparikan.

Contoh:
Sing getol nginam jajamu,
Ambeh jadi kuat urat,
Sing getol naengan elmu,
Gunana dunya akhirat.

Artinya:
Rajinlah minum jamu,
Agar kuatlah urat,
Rajinlah menuntut ilmu,
Berguna bagi dunia akhirat.

  • Di masyarakat Jawa, pantun dikenal dengan sebutan parikan.
Contoh:
Kabeh-kabeh gelung konde,
Kang endi kang gelung Jawa,
Kabeh-kabeh ana kang duwe,
Kang endi sing durung ana.

Artinya:
Semua bergelung konde,
Manakah yang gelung Jawa,
Semua telah ada yang punya,
Mana yang belum dipunya.

Kata Pak Miftah "Bu Gina dan bapak ibu hebat KBMN gelombang 29. itu sedikit permulaan tentang pantun di berbagai daerah."
 
Bathin penulis, wahh  berarti banyak hal yang belum saya pahami tentang pantun ini, tapi lagak saya sudah seperti orang yang telah mahir berpantun,,, hehe


Bapak ibu hebat, kita patut berbangga karena pantun telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda secara nasional pada tahun 2014. Menyusul pada tanggal 17 Desember 2020 pantun ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada sesi ke 15 intergovernmental comittee for the safeguarding of the intangible cultural heritage.
 Dengan penetapan tersebut, bukan berarti kita tidak perlu berbuat apa-apa lagi, justru untuk terus memelihara sebagai warisan budaya tak benda dunia, pantun harus terus dikaji, ditulis sehingga terus lestari di masyarakat.
 
 Salah satu cara untuk melestarikan pantun adlah dengan membuat buku pantun. dan Pak Miftah s Siap mengawal. dan Bunda Kanjeng serta rekan-rekan hebat TSO juga siap mengawal.πŸ™.


Bapak ibu hebat, Pantun seringkali kita dengar saat pidato atau sambutan. Namun yang membuat khawatir adalah pantun digunakan untuk mengolok-olok, ujaran kebencian seperti yang sering kita saksikan di acara televisi. 

Pengertian Pantun

  • Pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata “Pan” yang merujuk pada sifat sopan. Dan kata “Tun” yang merujuk pada sifat santun. Kata “Tun” dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019)
  •  Pantun berasal dari akar kata “TUN” yang bermakna “baris” atau “deret”. Asal kata Pantun dalam masyarakat Melayu-Minangkabau diartikan sebagai “Panutun”, oleh masyarakat Riau disebut dengan “Tunjuk Ajar” yang berkaitan dengan etika (Mu’jizah, 2019)
  • Pantun termasuk puisi lama yang terdiri dari empat baris atau rangkap, dua baris pertama disebut dengan pembayang atau sampiran, dan dua baris kedua disebut dengan maksud atau isi (Yunos, 1966; Bakar 2020)
Selain untuk komunikasi sehari-hari, 

Penggunaan Pantun :
  1. Sambutan pidato, 
  2. menyatakan perasaan, 
  3. lirik lagu, 
  4. perkenalan, maupun 
  5. berceramah/dakwah.
 Untuk mengembalikan Marwahnya, 

Fungsi Pantun:
  1. Sebagai alat pemelihara bahasa, 
  2. pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan 
  3. kemampuan menjaga alur berfikir.
  4. Pantun juga melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar.
  5. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata.
Namun demikian, 
"Secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan."

Ciri -Ciri Pantun:
* Satu bait terdiri atas empat baris
* Satu baris terdiri atas empat sampai lima kata
* Satu baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata
* Bersajak a-b-a-b
* Baris pertama dan kedua disebut sampiran atau pembayang
*Baris ketiga dan keempat disebut isi atau maksud

ciri pantun diatas jangan ditambah - tambah!

Lalu, adakah jenis karya sastra lain yang mirip dengan pantun? ada, "syair" dan "Gurindam"

Lalu, seperti apa contoh syair?

Ke sekolah janganlah malas,
Belajar rajin di dalam kelas,
Jaga sikap janganlah culas,
Agar hati tak jadi keras.

Ada empat baris.

Persajakan A-A-A-A (lihat bunyi akhirnya, memiliki bunyi yang sama "as")

Baris pertama, kedua, ketiga dan keempat isinya saling berhubungan.


Gurindam? Apa lagi itu bapak ibu??

Contoh gurindam:

Jika selalu berdoa berdzikir,
Ringan melangkah jernih berpikir.

Hanya terdiri atas dua baris.

Memiliki hubungan sebab akibat.

Bersajak A-A

Contoh lain gurindam:

Jika rajin zakat sedekah,
Allah akan tambahkan berkah.


Tips, Cara Mudah Mebuat Pantun
  1. pahami terlebih dahulu ciri-ciri pantun.
  2. kuasai perbendaharaan kata.

Contoh:

1. Tahu, bahu, perahu, suhu.
2. Baik, naik, Daik, asyik.
3. Cinta, pelita, kata, jelita, kota.
4. Datang, petang, batang, kentang.
5. Suka, cempaka, cuka, Malaka.
"Perbendaharaan kata bermanfaat agar Rima bisa sama."
Karena sejatinya pantun menonjolkan keindahan kata.

Bagaimana jika bapak ibu buntu, tidak memiliki pembendaharaan kata dengan bunyi yang sama?
Silakan bapak ibu berselancar dan mencari di https://kuncitts.com/ πŸ˜πŸ™

Usahakan dalam memilih kata untuk Rima, jangan hanya satu huruf akhir yang sama bunyinya. Minimal dua atau tiga huruf.

3. Dalam membuat pantun akan lebih mudah jika menulis baris ketiga dan keempat terlebih dahulu. 




Dengan PD nya, karena masih bersemangat, langsung saya terima tantangan, walau masih ada yang keliru.. hihi
kain sutra berjejer dengan katun
akar keladi di dalam tanah
apa tanda insan yang santun
akal diisi ilmu berguna
 
koreksi langsung oleh pak narsum, 
antun ini terdiri dari empat baris πŸ‘

Baris pertama terdiri 11 suku kata πŸ‘
Baris kedua terdiri 10 suku kata πŸ‘
Baris ketiga terdiri 9 suku kata πŸ‘
Baris keempat terdiri 10 suku kata πŸ‘

tapi msih keliru baris ke dua dan ke empat, akhirnya di kasih yang bagus

bu aripa muaro jambi

Kain sutra bersanding katun,
Kain dijahit menjadi celana,
Apa tanda insan yang santun,
Akal diisi ilmu berguna.

Tambahan Amunisi buat saya sendiri dari pak Narsum Miftahul Hadi, S.Pd yang baik hati,
Bu Aripa dari Muaro Jambi, silakan japri alamat yaa. Hadiah buku akan terbang ke Jambi. Terimaksih pak MiftahπŸ™. Semoga apresiasi dari bapak membuat diri saya selalu merasakan haus akan ilmu. 


kemudian pertemuan maya dilanjutkan dengan tanya jawab antara peserta dan narasumber yang di jembatani oleh bu Gina selaku moderator

P1 Dwi Astuti dari Yogya : Ijin bertanya, kalau yang saya tulis ini apakah sudah termasuk kategori pantun.

Menterine Nadiem Makarim
Duwe Slogan Merdeka Belajar
Nek Guru Jaman saiki
Diminta Bebas Mengajar

Terima kasih.

J1

Salam kenal Bu Astuti dari Yogya

Silakan cermati kembali Rima akhir baris pertama dan ketiga. Pasti ibu sudah tahu jawabannya. 😁

P2 Iah Sutianah, Kab. Bandung, bertanya: 
1. Apakah jumlah kata dalam pantun, baik sampiran dan isi harus sama? atau yang terpenting akhirannya sama? 
2. Mohon pengalaman Bapak dalam mengajarkan atau mengenalkan pantun untuk didiknya. 
Nuhun.

J2

Halo Bu Sutianah di Bandung.

1. Silakan cermati kembali ciri-ciri pantun. Alangkah lebih baiknya jika dalam pantun memakai empat atau lima kata. Mengapa demikian? Karena terkait jumlah suku kata yang akan dihasilkan.

2. Pengalaman mengajarkan pantun untuk anak didik. Sebelum mengenalkan pantun, saya perbanyak perbendaharaan kata. Misal setiap jam istirahat atau pulang sekolah, saya memberi tebakan. Carilah kata yang memiliki bunyi sama. Jika perbendaharaan kata murid sudah lumayan banyak, baru kita kenalkan pantun.

Assalamualaikum wr wb
P3 : Saya patonah dari Tangerang
Pantun dulu ya mas  Miftah dan mba Septiani

Makan kurma di Mekah
Jalan sama Mba Rani

kenalkan namaku Patonah
Dengan nama pena Fanni

Makan nangka ambil bijinya
Tanam  di muka rumah
Izinkan saya bertanya
Pada mas Miftah dan mba Septiani yang ramah

Maaf mas Miftah saya mau bertanya apakah penulisan pantun itu harus selalu bersajak a-b- a-b 
Karena saya sering membaca dan mendengar orang berpantun dengan bersajak a-a-a-a
Saya pernah memberi tahu teman bahwa itu syair tapi teman tetap ngeyel 🀭
Bagaimanakah sebenarnya kaidah dalam berpantun??
Terimakasih

J3
Waalaikumsalam

Salam kena Bu Patonah di Tangerang.

Untuk kaidah pantun memang harus bersajak A-B-A-B.

Bisa saja pantun bersajak A-A-A-A, namun itu akan mengurangi keindahan pantun itu sendiri.


P4 : Aripa dari Jambi 😊

awalnya saya kira berpantun ini cukup mudah, karena kadang mendengar mc dengan gampangnya merangkai kata,
setelah saya tau ada ciri khusu untuk pantun, ternyata pantun tidak semudah yang dibayangkan. 
 ada ilmu hitung nya juga.. 

 pak apakah rima itu harus nyamain kata belakangnya saja?... depan tidak diperhitungkan?...

J4
Hai Bu Aripa di Jambi

Pada kelas malam ini saya memang sengaja mengenalkan Rima belakang atau Rima akhir saja. ( Agar bapak ibu memahami dengan betul apa itu pantun)

Ada juga Rima yang lain (Rima tengah dan akhir, Rima awal, tengah dan akhir serta Rima lengkap?

Pertanyaan saya sebagai penutup pertanyaan-pertanyaan yang ada.

Kemudian pak mifta memberikan kata pamungkas sebagai penutup kegiatan kami pada pertemuan maya ke 13 KBMN 29
Fokus pada satu hal yang dikuasai.

Teruslah berkarya, berdedikasi dan menginspirasi.

Biji selasih jangan dimakan,
Batang tebu akar seruntun,
Terimakasih saya ucapkan,
Bapak ibu kelas kaidah pantun.

Pergi berkelah menjaja katun,
Saudagar Arab di tengah pekan,
Segala madah telah disusun,
Salah dan khilaf mohon dimaafkan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
salam literasi✊




Jauh berjalan kenegeri cina
Singgal sebentar melihat kemudi
Sungguh senang sama mbak Gina
Sudah membersamai Pak mifathul Hadi



Makan siang dengan sambel balado
ditemani goreng ikan tenggiri
terimakasih kami yang ado
kami sampaikan kepada pemateri

Sabtu, 22 Juli 2023

18-21



Bismillahirrahmanirrahim

Ilmu itu jika di bagi - bagi maka tidak akan rugi. 

 Maka izinkan penulis berbagi sedikit cerita.

Percaya atau tidak percaya, tapi ini nyata ada nya, keakraban muncul diantara anak-anak ku, kenyamanan, jam tidur pun tertata.

18-21, no tv no gadget no lptop. 


Ilmu yang saya dapatkan Dari sebuah kegiatan parenting "pola pengasuhan anak (PPA)" yang  diadakan oleh sekolah Islam terpadu An-Nahl percikan iman Jambi, beberapa waktu yang lalu, sebelum masuk sekolah pada tahun ajaran baru tepatnya pada tanggal 17 dan 18 Juni 2023.  

Alhamdulillah, saya merasa bersyukur sekali diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut selama dua hari tanpa ada rasa beban. Karena murni rasa ingin tahu yang hadir dari lubuk sanubari seorang ibu yang mempunyai anak-anak yang masih usia balita dan anak-anak. 

Saya yakin, saya bisa mengikuti kegiatan tersebut karena izin dari Allah, Dia yang punya rencana, kita hanya menjalani rencana terbaik dari yang maha kuasa

Pemberi materi PPA pada hari itu adalah Abah Ihsan. Beliau berpakaian sederhana tapi rapi, mungkin itu ciri khas beliau,.  Bathin saya sih....😊

Awal diterapkan, ada protes dan ada wajah-wajah tak senang yang mereka(anak-anak) tampakkan kepada sang mama.

Tapi, karena mereka tau mama nya tak bisa di bantah, seprotes apapun mereka tak akan ada hasil nya. 

Wajah protes itu hanya ada di hari pertama. Hari kedua dan seterus nya mereka langsung menyerahkan remote ataupun gadgetnya yang sedang mereka pegang ketika jarum jam belum sampai pada pukul 17.00wib.

Yang saya lakukan setelah itu, mengajak anak-anak beribadah, makan bersama dan juga bermain, bercengkrama, bertukar fikiran ala - ala anak balitaπŸ˜€.

Kata aba "mengobrol yang tidak penting itu, penting dilakukan dengan anak-anak" agar mereka dekat dengan orang tua nya dan mau berbagi cerita. 


saya ulangi

"Mengobrol yang tidak penting itu adalah penting"

Tapi benar, lakukan la, bagi kalian para pembaca insyaallah ada manfaat nya. Karena anak-anak perlu diajak sharing.. jangan asik di ceramahin tanpa di dengar. Anak-anak butuh di dengar oleh orang tua nya ketika mereka berbicara. Ajak lah merek berbicara dari kecil, biar tidak repot ketika mereka besar nanti. 


Kecil saja tidak pernah diajak saling ngobrol ketika besar mereka akan berontak karena tidak pernah mereka di dengar.


Mau repot sekarang?... 

Atau repot ketika anak sudah dewasa?....

setiap orang tua memilih,...


Silahkan memilih.


Kalau saya memilihi tidak repot ketika mereka kecil dan jangan juga sampai repot ketika mereka dewasa.


Sebagai orang tua jalankan peran mu dengan ikhlas, agar anak tidak menjadi beban, karena meraka adalah karunia terindah yang di titipkan sang maha kuasa.


Anak itu titipan, bukan hak milik. 


Yang namanya titipan ayo kita jaga, jadikan anak-anak kita orang yang bisa menjaga dirinya dan juga menjaga lingkungan sekitarnya. Jadikan anak-anak kita anak tangguh, taat pada yang kuasa, mau menolong sesama makhluk, dan berprilaku baik.


 Semoga apa yang penulis sampaikan, dapat bermanfaat bagi penggemar literasi.


Belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu

Belajar di waktu dewasa bagai mengukir di atas air. 

Mereka yang rugi adalah mereka yang menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar. 

Belajar lah setiap hari , biar engkau lebih baik lagi. 

Salam literasi✊

Kamis, 20 Juli 2023

5. BLOG , What Blog?...

 

Bismillahirrohmanirrohiim

BLOG  sebagai  MEDIA PEMBELAJARAN
Gelombang : 29
Hari/Tanggal : Rabu / 28 Juni 2023
Tema : BLOG  sebagai  MEDIA PEMBELAJARAN
Nara Sumber : DAIL MA’RUF,M.Pd
Moderator : HELWIYAH,S.Pd ,M.M
Penulis Blog            : ARIPA, S.Pd.I

        Pada Hari ini tanggal 21 Juli 2023, saya mencoba merangkai kata untuk memenuhi tugas sebgai peserta di Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 29. sebenarnya pada malam itu saya belum mengikuti materi kelas dengan sungguh - sungguh.

        Saya sudah masuk sebagai anggota grop di kelas KBMN PGRI 29 sejak tanggal 22 mei 2023.

        Tapi saya tidak mengikutinya, 
        
        Ntah apa yang terjadi saya juga tidak tau, mungkin sudah jalannya seperti itu.

        chat grop itu banyak sekali sehingga saya malas untuk membacanya.
        
        terkadang hampir mencapai 200chat, sampai saya heran ngapain malam - malam sibuk aja wa grop iniπŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜“

        ...come on Aripaaa.... lupakan masa lalu yang cuek itu yaa.....

        saya melanjutkan resume saja, kebetulan sudah lama tidurnya, mumpung terjaga dan mudah-mudahan tetap warass......😊😊😊πŸ’ͺπŸ’ͺ

        Materi kelas adalah tentang “ Blog sebagai media pembelajaran.”

        Blog dikenal awalnya saat reformasi di Indonesia tahun 1998. Jhon Barger yang mengenalkannya.

        Pada mulanya “ Blog”  hanya dimanfaatkan sebagai  buku harian, yang pada akhirnya berkembang hingga menjadi  12 jenis blog, yaitu : 

1.    Blog Pendidikan yang biasa digunakan oleh pelajar, guru dan dosen.
2.    Blog Sastra ,biasa digunakan oleh sastrawan,budayawan,dikenal dengan Litblog yaitu Literasi    blog yang isinya seputar dunia sastra
3.    Blog Pribadi , biasa disebut buku harian online , isinya tentang pengalaman keseharian            seseorang baik suka maupun duka.
4.    Blog Bertopik, yaitu blog yang membahas topic tertentu.
5.    Blog Kesehatan, lebih spesifik tentang Kesehatan, kebanyakan berisi keluhan pasien, berita    Kesehatan terbaru, dan keterangan-keterangan tentang Kesehatan.
6.    Blog Politik, tentang berita politik aktivis dan semua persoalan berbasis blog seperti kampanye.
7.    Blog perjalanan, fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-               keterangan tentang perjalanan.
8.    Blog Riset, berisi persoalan tentang akademis, seperti berita riset terbaru.
9.    Blog Hukum, berisi tentang hukum atau persoalan persoalan hukum ,disebut juga blawgs atau bloglaws
10. Blog Media, berfokus pada kebohongan dan ketidakkonsistenan media masa,seperti Koran    dan televise.
11. Blog Agama, membahas masalah berkaitan dengan agama.
12. Blog Bisnis, digunakan oleh pelaku bisnis untuk promosi kegiatan bisnis merek.

Adapun dalam bidang pendidikan “Blog “memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

1. Blog  sebagai  rumah belajar dan berbagi guru
2. Blog dapat meringankan tugas dan beban guru dalam mengajar
3. Blog dapat meningkatkan minat belajar siswa
4. Blog dapat diakses siapapun di belahan dunia
5. Blog dapat dijadikan media silaturahim

Bagaiman blog bisa digunakan sebagai media pembelajaran ,tergantung bagaimana kita menggunakan bersama siswa kita.  

Kita bisa menyesuaikannya dengan tingkatan usia siswa. 

Pak Dail memberikan contoh konkrit “Blog sebagai media pembelajaran dalam kelas kali ini.  

Blog “ dapat membuat pembelajaran semakin berwarna dan dapat meningkatkan minat belajar siswa.


Itulah kilasan tentang Blog,


Pantun dari penulis:

Mengayuh sampan sampai keseberang

sampan dikayuh sampai ketepian

Jangan mengeluh teman seperjuangan

Ayo, sama -sama kita jemput masa depan


Salam Literasi ✊



























Kata Kerja Operasional (KKO) Sesuai Taksonomi Bloom

  K ata Kerja Operasional (KKO) Sesuai Taksonomi Bloom Tabel 1 : Kata Kerja Ranah Kognitif Pengetahuan C1 Pemahaman C2 Penerapan C3 Analisis...